" " " complate desaign home: I am
Showing posts with label I am. Show all posts
Showing posts with label I am. Show all posts

Thursday, June 16, 2011

Somewhere Only We Know

I walked across an empty land
I knew the pathway like the back of my hand
I felt the earth beneath my feet
Sat by the river and it made me complete
Oh simple thing where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

I came across a fallen tree

I felt the branches of it looking at me
Is this the place we used to love?
Is this the place that I've been dreaming of?
Oh simple thing where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

And if you have a minute why don't we go

Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything
So why don't we go
Somewhere only we know?

Oh simple thing where have you gone?

I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

And if you have a minute why don't we go

Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything
So why don't we go
So why don't we go

This could be the end of everything

So why don't we go
Somewhere only we know?
Somewhere only we know

This could be the end of everything,

So why don't we go,
Somewhere only we know,
Somewhere only we know,
Somewhere only we know.

Somewhere Only We Know

I walked across an empty land
I knew the pathway like the back of my hand
I felt the earth beneath my feet
Sat by the river and it made me complete
Oh simple thing where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

I came across a fallen tree

I felt the branches of it looking at me
Is this the place we used to love?
Is this the place that I've been dreaming of?
Oh simple thing where have you gone?
I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

And if you have a minute why don't we go

Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything
So why don't we go
Somewhere only we know?

Oh simple thing where have you gone?

I'm getting old and I need something to rely on
So tell me when you're gonna let me in
I'm getting tired and I need somewhere to begin

And if you have a minute why don't we go

Talk about it somewhere only we know?
This could be the end of everything
So why don't we go
So why don't we go

This could be the end of everything

So why don't we go
Somewhere only we know?
Somewhere only we know

This could be the end of everything,

So why don't we go,
Somewhere only we know,
Somewhere only we know,
Somewhere only we know.

Tuesday, June 14, 2011

Allein zu Hause

Sudah lama sekali aku ingin menulis. Sudah lama tidak merasakan kebahagiaan yang tercipta ketika aku mulai merangkai puluhan kata menjadi cerita. Dan rasanya tampak sempurna ketika aku menambahkan sebuah gambar sebagai ilustrasi. Namun semua selalu terhambat dengan banyak hal, entah itu mood yang buruk, waktu yang terbatas bahkan ide untuk menulispun pupus.
Dan kali ini aku mencoba menyisipkan serangkaian kata diantara setumpuk pekerjaan yang tak selesai. Aku merindukan satu hobiku ini, yang selalu dengan setia menemaniku meski terkadang ada beberapa pihak yang tak berkenan.
Dan karena tulisanpun aku terkadang bersitegang dengan pasanganku, entah sudah berapa kali terjadi dan aku selalu memutuskan untuk berhenti menulis meskipun nyatanya batinku menolak. Aku tidak pandai merangkai cerita namun mereka selalu menilai tulisanku adalah kenyataan dan sedang terjadi denganku secara real. Sudah hampir bosan aku menerangkan bahwa aku dalam kehidupan nyata dan aku dalam tulisan sama sekali berbeda. Dan kepercayaan mereka hanya dalam itungan hari, setelah tulisanku terbit dalam blog ini pertengkaranpun dimulai kembali. Dan mungkin sudah menjadi nasibku untuk mempunyai pasangan yang pencemburu.
Kali ini aku menulis bukan untuk apa-apa, bukan untuk menceritakan suatu hal. Aku hanya ingin memeluk rinduku terhadap buku digital ini. Blogku. Aku sudah pernah menggantimu, aku sudah pernah memenjarakanmu di ruang pribadi dan aku sudah banyak bercerita. Dan aku hanya ingin kau tau, aku selalu ingin merawatmu. Menjagamu agar tidak pernah hilang dari jagat maya. Aku lebih memilih mempertahankanmu dibanding semua jejaring social lain yang tercatat atas namaku. Karena kamu aku belajar bijaksana, belajar mengenal karakter dari sebuah kata, belajar bersabar  dan berdamai dengan badai. Dan aku sangat berterima kasih karena kamu selalu siap menerima serangan emosiku yang sangat tidak konsisten.  Dengan koneksi internet yang kadang tidak bersahabat, kau selalu berusaha tampil manis didepanku, menunjukan setiamu.

Ligx

Allein zu Hause

Sudah lama sekali aku ingin menulis. Sudah lama tidak merasakan kebahagiaan yang tercipta ketika aku mulai merangkai puluhan kata menjadi cerita. Dan rasanya tampak sempurna ketika aku menambahkan sebuah gambar sebagai ilustrasi. Namun semua selalu terhambat dengan banyak hal, entah itu mood yang buruk, waktu yang terbatas bahkan ide untuk menulispun pupus.
Dan kali ini aku mencoba menyisipkan serangkaian kata diantara setumpuk pekerjaan yang tak selesai. Aku merindukan satu hobiku ini, yang selalu dengan setia menemaniku meski terkadang ada beberapa pihak yang tak berkenan.
Dan karena tulisanpun aku terkadang bersitegang dengan pasanganku, entah sudah berapa kali terjadi dan aku selalu memutuskan untuk berhenti menulis meskipun nyatanya batinku menolak. Aku tidak pandai merangkai cerita namun mereka selalu menilai tulisanku adalah kenyataan dan sedang terjadi denganku secara real. Sudah hampir bosan aku menerangkan bahwa aku dalam kehidupan nyata dan aku dalam tulisan sama sekali berbeda. Dan kepercayaan mereka hanya dalam itungan hari, setelah tulisanku terbit dalam blog ini pertengkaranpun dimulai kembali. Dan mungkin sudah menjadi nasibku untuk mempunyai pasangan yang pencemburu.
Kali ini aku menulis bukan untuk apa-apa, bukan untuk menceritakan suatu hal. Aku hanya ingin memeluk rinduku terhadap buku digital ini. Blogku. Aku sudah pernah menggantimu, aku sudah pernah memenjarakanmu di ruang pribadi dan aku sudah banyak bercerita. Dan aku hanya ingin kau tau, aku selalu ingin merawatmu. Menjagamu agar tidak pernah hilang dari jagat maya. Aku lebih memilih mempertahankanmu dibanding semua jejaring social lain yang tercatat atas namaku. Karena kamu aku belajar bijaksana, belajar mengenal karakter dari sebuah kata, belajar bersabar  dan berdamai dengan badai. Dan aku sangat berterima kasih karena kamu selalu siap menerima serangan emosiku yang sangat tidak konsisten.  Dengan koneksi internet yang kadang tidak bersahabat, kau selalu berusaha tampil manis didepanku, menunjukan setiamu.

Ligx

Saturday, June 4, 2011

Broken Vow

Hari itu aku mengirimimu sebuah surat spesial dan berharap kau membalasnya tapi nyatanya tak ada satupun surat datang atas namamu. Lalu ku kirimkan bunga tuk mencoba merayumu dan kau hanya sekali melirik tanpa berniat mengetahui siapa pengirimnya. Tak putus asa ku utarakan perasaanku di sebuah media tapi kau tetap tak menggubrisnya. 
Sudah tak tahu upaya apa lagi yang harus ku tempuh kau tetap tak membalas. Entah caraku yang kuno atau memang kau tak berniat membalasnya itu memang urusanmu. Dan akhirnya aku membiarkanmu saja, meskipun aku masih setia mencari selembar surat darimu di kotak surat rumahku.

Ligx

Broken Vow

Hari itu aku mengirimimu sebuah surat spesial dan berharap kau membalasnya tapi nyatanya tak ada satupun surat datang atas namamu. Lalu ku kirimkan bunga tuk mencoba merayumu dan kau hanya sekali melirik tanpa berniat mengetahui siapa pengirimnya. Tak putus asa ku utarakan perasaanku di sebuah media tapi kau tetap tak menggubrisnya. 
Sudah tak tahu upaya apa lagi yang harus ku tempuh kau tetap tak membalas. Entah caraku yang kuno atau memang kau tak berniat membalasnya itu memang urusanmu. Dan akhirnya aku membiarkanmu saja, meskipun aku masih setia mencari selembar surat darimu di kotak surat rumahku.

Ligx

Thursday, June 2, 2011

L.O.V.E

Aku akan bercerita tentangmu. Setelah kau tak lagi di kota ini. Setelah kau pergi membawa tawa kita. Aku pernah bertanya apa kau bahagia dan kau hanya menjawab dengan gurauan karena aku selalu gombal. Ahh sudahlah, kau memang jarang sekali dapat diajak bicara mengenai cinta. Dan tentang cinta kau hanya sesekali berucap padaku dengan wajah merona malu. Ups, bukannya aku yang selalu merona saat kau memujiku, kau menertawakanku selalu seperti itu jika ku malu. Dan mengenai dirimu yang selalu bersikap manja jika kita mengudara dan kamu yang ceria kala kita berjumpa. Tawamu yang meledak-ledak dan membuatku takut didengar tetangga sebelah kamarku kini hilang. Kau pergi untuk sementara untuk menghadiri acara sakral keluargamu, saat itu kau pasti akan terlihat cantik dengan kebaya dan pipi merah dari make-up yang entah siapa berhasil membujukmu. Aku yakin pasti ibumu, Ibu yang baru satu kali bertatap mata denganku. :D
Dan setelah kau pulang nanti aku harus menyiapkan sekarung cemilan kesukaanmu, itu janjiku.

Ligx

L.O.V.E

Aku akan bercerita tentangmu. Setelah kau tak lagi di kota ini. Setelah kau pergi membawa tawa kita. Aku pernah bertanya apa kau bahagia dan kau hanya menjawab dengan gurauan karena aku selalu gombal. Ahh sudahlah, kau memang jarang sekali dapat diajak bicara mengenai cinta. Dan tentang cinta kau hanya sesekali berucap padaku dengan wajah merona malu. Ups, bukannya aku yang selalu merona saat kau memujiku, kau menertawakanku selalu seperti itu jika ku malu. Dan mengenai dirimu yang selalu bersikap manja jika kita mengudara dan kamu yang ceria kala kita berjumpa. Tawamu yang meledak-ledak dan membuatku takut didengar tetangga sebelah kamarku kini hilang. Kau pergi untuk sementara untuk menghadiri acara sakral keluargamu, saat itu kau pasti akan terlihat cantik dengan kebaya dan pipi merah dari make-up yang entah siapa berhasil membujukmu. Aku yakin pasti ibumu, Ibu yang baru satu kali bertatap mata denganku. :D
Dan setelah kau pulang nanti aku harus menyiapkan sekarung cemilan kesukaanmu, itu janjiku.

Ligx

Wednesday, June 1, 2011

Dedikasi

Dan kamu yang cukup baik dan cukup sabar
Apapun tentangmu dan dirimu
Bagiku sudah cukup

Kau selalu penuh dalam hatiku, Ibu.

Ligx

Dedikasi

Dan kamu yang cukup baik dan cukup sabar
Apapun tentangmu dan dirimu
Bagiku sudah cukup

Kau selalu penuh dalam hatiku, Ibu.

Ligx

Friday, May 13, 2011

Lonesome

Dan akhirnya kau berkata aku bukan yang pertama.

Ligx

Lonesome

Dan akhirnya kau berkata aku bukan yang pertama.

Ligx

Monday, April 25, 2011

Aku yang Baru

Belakangan aku tidak bisa mengontrol kejiwaanku. Aku mudah marah, aku mudah bereaksi negatif. Senyumanku selalu palsu. Tawaku terasa hambar.Aku trans saat sendiri. Merasa dunia milik ku seorang tanpa ada yang lain tanpa peduli yang lain. Aku tidak ingin kembali ke kehidupanku yang dulu. Sepi.
Banyak yang menjadi sasaran amarahku. Akupun tak peduli perasaan mereka. Hei, kau berubah teman! Itu yang ku dengar dari seorang kerabat.
Aku kembali tersenyum palsu. 

Ligx

Aku yang Baru

Belakangan aku tidak bisa mengontrol kejiwaanku. Aku mudah marah, aku mudah bereaksi negatif. Senyumanku selalu palsu. Tawaku terasa hambar.Aku trans saat sendiri. Merasa dunia milik ku seorang tanpa ada yang lain tanpa peduli yang lain. Aku tidak ingin kembali ke kehidupanku yang dulu. Sepi.
Banyak yang menjadi sasaran amarahku. Akupun tak peduli perasaan mereka. Hei, kau berubah teman! Itu yang ku dengar dari seorang kerabat.
Aku kembali tersenyum palsu. 

Ligx

Tuesday, April 5, 2011

Death Homework

Aku kembali. Dengan segudang aktivitas baru, dengan jiwa yang baru. Aku harap begitu. Aku sedang menginkan sesuatu. Tapi aku harus belajar sebelum mendapatkan itu. Aku tidak mencari seorang guru. Tapi guru itu datang sendiri kepadaku. 
Jalan tak semulus yang diharapkan dalam proses pembelajaran ini aku dan Sang Guru masing-masing mempunyai kesibukan sendiri. Dia yang tengah mengerjakan skripsinya harus berbagi waktu untuk mengoreksi pekerjaan rumahku yang hanya dua paragrap saja. Ahh tapi dua paragrap itu tidak mudah bagiku. Dengan pikiran yang terbelah antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah membuatku tidak bisa berkonsentrasi baik. tapi ya sudahlah. Mungkin sesuatu yang aku ingin itu tidak sekarang harus aku dapat. :D


Ligx

Death Homework

Aku kembali. Dengan segudang aktivitas baru, dengan jiwa yang baru. Aku harap begitu. Aku sedang menginkan sesuatu. Tapi aku harus belajar sebelum mendapatkan itu. Aku tidak mencari seorang guru. Tapi guru itu datang sendiri kepadaku. 
Jalan tak semulus yang diharapkan dalam proses pembelajaran ini aku dan Sang Guru masing-masing mempunyai kesibukan sendiri. Dia yang tengah mengerjakan skripsinya harus berbagi waktu untuk mengoreksi pekerjaan rumahku yang hanya dua paragrap saja. Ahh tapi dua paragrap itu tidak mudah bagiku. Dengan pikiran yang terbelah antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah membuatku tidak bisa berkonsentrasi baik. tapi ya sudahlah. Mungkin sesuatu yang aku ingin itu tidak sekarang harus aku dapat. :D


Ligx

Wednesday, December 1, 2010

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx 

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx