" " " complate desaign home: Peluh
Showing posts with label Peluh. Show all posts
Showing posts with label Peluh. Show all posts

Saturday, June 4, 2011

Broken Vow

Hari itu aku mengirimimu sebuah surat spesial dan berharap kau membalasnya tapi nyatanya tak ada satupun surat datang atas namamu. Lalu ku kirimkan bunga tuk mencoba merayumu dan kau hanya sekali melirik tanpa berniat mengetahui siapa pengirimnya. Tak putus asa ku utarakan perasaanku di sebuah media tapi kau tetap tak menggubrisnya. 
Sudah tak tahu upaya apa lagi yang harus ku tempuh kau tetap tak membalas. Entah caraku yang kuno atau memang kau tak berniat membalasnya itu memang urusanmu. Dan akhirnya aku membiarkanmu saja, meskipun aku masih setia mencari selembar surat darimu di kotak surat rumahku.

Ligx

Broken Vow

Hari itu aku mengirimimu sebuah surat spesial dan berharap kau membalasnya tapi nyatanya tak ada satupun surat datang atas namamu. Lalu ku kirimkan bunga tuk mencoba merayumu dan kau hanya sekali melirik tanpa berniat mengetahui siapa pengirimnya. Tak putus asa ku utarakan perasaanku di sebuah media tapi kau tetap tak menggubrisnya. 
Sudah tak tahu upaya apa lagi yang harus ku tempuh kau tetap tak membalas. Entah caraku yang kuno atau memang kau tak berniat membalasnya itu memang urusanmu. Dan akhirnya aku membiarkanmu saja, meskipun aku masih setia mencari selembar surat darimu di kotak surat rumahku.

Ligx

Friday, May 13, 2011

Lonesome

Dan akhirnya kau berkata aku bukan yang pertama.

Ligx

Lonesome

Dan akhirnya kau berkata aku bukan yang pertama.

Ligx

Wednesday, December 1, 2010

Jarak

Pernahkah kau rasakan jarak dan jurang yang semakin lama semakin dalam? Pernahkah kau sadari itu, sayang?
Aku menunggu, menunggu kepulanganmu, selalu.
Namun entah bagaimana jalan pikiranmu, aku tidak tahu.
Yang aku tahu, aku sendiri, tanpa kamu, tanpa cintamu.

Aku selalu ada. Untukmu.

Ligx

Jarak

Pernahkah kau rasakan jarak dan jurang yang semakin lama semakin dalam? Pernahkah kau sadari itu, sayang?
Aku menunggu, menunggu kepulanganmu, selalu.
Namun entah bagaimana jalan pikiranmu, aku tidak tahu.
Yang aku tahu, aku sendiri, tanpa kamu, tanpa cintamu.

Aku selalu ada. Untukmu.

Ligx

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx 

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx 

Saturday, November 27, 2010

Be Patient

Hidup hanya sekali dan mencintaimu pun hanya sekali.
Tidak ada yang benar-benar mengenalku sebaik kau mengenalku, begitukan sayang?
Sulit tuk ku raba hati mu, kau terlalu angkuh dengan kepiawaianmu tuk merasuki hati perempuan yang selalu kau agungkan.
Kau terlalu besar kepala jika aku yang meninggikanmu diatas ketinggian
Kamu.. Kamu perempuan yang berjiwa laki-laki dan segala kelelakianmu itu yang membuatku bosan untuk cemburu.
Tawamu membiarkanku tuk menahan perih.
Aku sudah tidak bisa menafsirkan jenis luka apa yang ku derita kini.
Sudah merasa tidak peduli, seperti mu yang juga tak mempedulikanku
Dan kembali aku memaknai arti dari sebuah keikhlasan

Sudah...


Ligx

Be Patient

Hidup hanya sekali dan mencintaimu pun hanya sekali.
Tidak ada yang benar-benar mengenalku sebaik kau mengenalku, begitukan sayang?
Sulit tuk ku raba hati mu, kau terlalu angkuh dengan kepiawaianmu tuk merasuki hati perempuan yang selalu kau agungkan.
Kau terlalu besar kepala jika aku yang meninggikanmu diatas ketinggian
Kamu.. Kamu perempuan yang berjiwa laki-laki dan segala kelelakianmu itu yang membuatku bosan untuk cemburu.
Tawamu membiarkanku tuk menahan perih.
Aku sudah tidak bisa menafsirkan jenis luka apa yang ku derita kini.
Sudah merasa tidak peduli, seperti mu yang juga tak mempedulikanku
Dan kembali aku memaknai arti dari sebuah keikhlasan

Sudah...


Ligx