" " " complate desaign home: Private
Showing posts with label Private. Show all posts
Showing posts with label Private. Show all posts

Monday, June 20, 2011

Stop Smoking

"Kamu tuh susah banget diajarin hidup sehat!" itulah kalimat pertama yang terlontar dari bibir manisnya ketika menemukan bungkusan rokok yang berisi setengahnya didalam tasku. Aku hanya cengar-cengir mendengar celotehnya, suka sekali jika ia bersikap seperti itu. Terlihat sekali ia amat menyanyangiku yang begitu menyebalkan ini, yang begitu susah diatur, yang kerap kali emosi dan tak mau mengalah.
"Satu batang kamu ngerokok satu bulan kita gak ketemu! 2 batang kamu ngerokok dua bulan kita gak ketemu! Terserah kamu mau pilih yang mana?!" Ancamnya. Aku tertawa mendengarnya. Bukannya takut tapi ancamannya terdengar bahwa ia begitu mempedulikanku, begitu memperhatikan kesehatanku. Dan setelah itu batang per batang ia patahkan rokok itu sambil meneruskan ocehannya " Daripada kamu beli rokok mending kamu beli es krim! Beli nasi goreng, beli yang kamu suka, bla bla bla" Hihihi aku takjub, jarang sekali ia bersikap seperti ini. Ia yang terlihat sangat cuek dan tak peduli ternyata bisa bersikap manis dan romantis juga. Akhirnya.

Ligx

Stop Smoking

"Kamu tuh susah banget diajarin hidup sehat!" itulah kalimat pertama yang terlontar dari bibir manisnya ketika menemukan bungkusan rokok yang berisi setengahnya didalam tasku. Aku hanya cengar-cengir mendengar celotehnya, suka sekali jika ia bersikap seperti itu. Terlihat sekali ia amat menyanyangiku yang begitu menyebalkan ini, yang begitu susah diatur, yang kerap kali emosi dan tak mau mengalah.
"Satu batang kamu ngerokok satu bulan kita gak ketemu! 2 batang kamu ngerokok dua bulan kita gak ketemu! Terserah kamu mau pilih yang mana?!" Ancamnya. Aku tertawa mendengarnya. Bukannya takut tapi ancamannya terdengar bahwa ia begitu mempedulikanku, begitu memperhatikan kesehatanku. Dan setelah itu batang per batang ia patahkan rokok itu sambil meneruskan ocehannya " Daripada kamu beli rokok mending kamu beli es krim! Beli nasi goreng, beli yang kamu suka, bla bla bla" Hihihi aku takjub, jarang sekali ia bersikap seperti ini. Ia yang terlihat sangat cuek dan tak peduli ternyata bisa bersikap manis dan romantis juga. Akhirnya.

Ligx

Tuesday, June 14, 2011

Allein zu Hause

Sudah lama sekali aku ingin menulis. Sudah lama tidak merasakan kebahagiaan yang tercipta ketika aku mulai merangkai puluhan kata menjadi cerita. Dan rasanya tampak sempurna ketika aku menambahkan sebuah gambar sebagai ilustrasi. Namun semua selalu terhambat dengan banyak hal, entah itu mood yang buruk, waktu yang terbatas bahkan ide untuk menulispun pupus.
Dan kali ini aku mencoba menyisipkan serangkaian kata diantara setumpuk pekerjaan yang tak selesai. Aku merindukan satu hobiku ini, yang selalu dengan setia menemaniku meski terkadang ada beberapa pihak yang tak berkenan.
Dan karena tulisanpun aku terkadang bersitegang dengan pasanganku, entah sudah berapa kali terjadi dan aku selalu memutuskan untuk berhenti menulis meskipun nyatanya batinku menolak. Aku tidak pandai merangkai cerita namun mereka selalu menilai tulisanku adalah kenyataan dan sedang terjadi denganku secara real. Sudah hampir bosan aku menerangkan bahwa aku dalam kehidupan nyata dan aku dalam tulisan sama sekali berbeda. Dan kepercayaan mereka hanya dalam itungan hari, setelah tulisanku terbit dalam blog ini pertengkaranpun dimulai kembali. Dan mungkin sudah menjadi nasibku untuk mempunyai pasangan yang pencemburu.
Kali ini aku menulis bukan untuk apa-apa, bukan untuk menceritakan suatu hal. Aku hanya ingin memeluk rinduku terhadap buku digital ini. Blogku. Aku sudah pernah menggantimu, aku sudah pernah memenjarakanmu di ruang pribadi dan aku sudah banyak bercerita. Dan aku hanya ingin kau tau, aku selalu ingin merawatmu. Menjagamu agar tidak pernah hilang dari jagat maya. Aku lebih memilih mempertahankanmu dibanding semua jejaring social lain yang tercatat atas namaku. Karena kamu aku belajar bijaksana, belajar mengenal karakter dari sebuah kata, belajar bersabar  dan berdamai dengan badai. Dan aku sangat berterima kasih karena kamu selalu siap menerima serangan emosiku yang sangat tidak konsisten.  Dengan koneksi internet yang kadang tidak bersahabat, kau selalu berusaha tampil manis didepanku, menunjukan setiamu.

Ligx

Allein zu Hause

Sudah lama sekali aku ingin menulis. Sudah lama tidak merasakan kebahagiaan yang tercipta ketika aku mulai merangkai puluhan kata menjadi cerita. Dan rasanya tampak sempurna ketika aku menambahkan sebuah gambar sebagai ilustrasi. Namun semua selalu terhambat dengan banyak hal, entah itu mood yang buruk, waktu yang terbatas bahkan ide untuk menulispun pupus.
Dan kali ini aku mencoba menyisipkan serangkaian kata diantara setumpuk pekerjaan yang tak selesai. Aku merindukan satu hobiku ini, yang selalu dengan setia menemaniku meski terkadang ada beberapa pihak yang tak berkenan.
Dan karena tulisanpun aku terkadang bersitegang dengan pasanganku, entah sudah berapa kali terjadi dan aku selalu memutuskan untuk berhenti menulis meskipun nyatanya batinku menolak. Aku tidak pandai merangkai cerita namun mereka selalu menilai tulisanku adalah kenyataan dan sedang terjadi denganku secara real. Sudah hampir bosan aku menerangkan bahwa aku dalam kehidupan nyata dan aku dalam tulisan sama sekali berbeda. Dan kepercayaan mereka hanya dalam itungan hari, setelah tulisanku terbit dalam blog ini pertengkaranpun dimulai kembali. Dan mungkin sudah menjadi nasibku untuk mempunyai pasangan yang pencemburu.
Kali ini aku menulis bukan untuk apa-apa, bukan untuk menceritakan suatu hal. Aku hanya ingin memeluk rinduku terhadap buku digital ini. Blogku. Aku sudah pernah menggantimu, aku sudah pernah memenjarakanmu di ruang pribadi dan aku sudah banyak bercerita. Dan aku hanya ingin kau tau, aku selalu ingin merawatmu. Menjagamu agar tidak pernah hilang dari jagat maya. Aku lebih memilih mempertahankanmu dibanding semua jejaring social lain yang tercatat atas namaku. Karena kamu aku belajar bijaksana, belajar mengenal karakter dari sebuah kata, belajar bersabar  dan berdamai dengan badai. Dan aku sangat berterima kasih karena kamu selalu siap menerima serangan emosiku yang sangat tidak konsisten.  Dengan koneksi internet yang kadang tidak bersahabat, kau selalu berusaha tampil manis didepanku, menunjukan setiamu.

Ligx

Monday, May 16, 2011

Hello

Playground school bell rings again
Rain clouds come to play again
Has no one told you she's not breathing?
Hello, I'm your mind giving you someone to talk to
Hello

If I smile and don't believe
Soon I know I'll wake from this dream
Don't try to fix me, I'm not broken
Hello, I'm the lie living for you so you can hide
Don't cry

Suddenly I know I'm not sleeping
Hello, I'm still here
All that's left of yesterday

Evanescence* Ligx 

Hello

Playground school bell rings again
Rain clouds come to play again
Has no one told you she's not breathing?
Hello, I'm your mind giving you someone to talk to
Hello

If I smile and don't believe
Soon I know I'll wake from this dream
Don't try to fix me, I'm not broken
Hello, I'm the lie living for you so you can hide
Don't cry

Suddenly I know I'm not sleeping
Hello, I'm still here
All that's left of yesterday

Evanescence* Ligx 

Friday, May 6, 2011

Silently Broken

Aku sedang tidak menyukai seseorang. Seseorang yang pernah memporak porandakan hidupku. Seorang yang dengan sengaja menghancur leburkan segala kegiatanku. Dengan sengaja ia berperilaku buruk terhadapku. Entah setan apa yang merasuki pikirannya, aku tidak tahu. Aku hanya menyayangkan jerih payah dan keringat yang telah aku cucurkan kini musnah. Andai semua itu tidak hilang. Andai saja.

Ligx

Silently Broken

Aku sedang tidak menyukai seseorang. Seseorang yang pernah memporak porandakan hidupku. Seorang yang dengan sengaja menghancur leburkan segala kegiatanku. Dengan sengaja ia berperilaku buruk terhadapku. Entah setan apa yang merasuki pikirannya, aku tidak tahu. Aku hanya menyayangkan jerih payah dan keringat yang telah aku cucurkan kini musnah. Andai semua itu tidak hilang. Andai saja.

Ligx

Wednesday, December 1, 2010

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx 

Jalan Kita

Aku tiba disebuah titik. Di sebuah titik klimaks yang tak akan aku lanjutkan di paragraf selanjutnya, meski ingin. 
Aku hanya akan memulai dengan secarik kertas baru dengan judul yang baru, tidak dengan apa-apa, tidak dengan siapa-siapa. 
Bagiku sudah cukup. Sudah cukup aku mengerti semuanya. Mengerti keadaanku, keadaanmu, keadaan kita. Meskipun kau tidak sependapat dengan ini, aku terima dengan segala ucap urai yang akan kau katakan kelak.
Aku selalu menyanyangimu, mencintaimu, meskipun kau meragukan itu. Mungkin semua itu tidak cukup bagimu, dengan segala keegoisanku dan ketidak mengertianku, aku sadari itu.


Ligx 

Thursday, August 5, 2010

Andai Ibu Tahu

Andai Ibu tahu.
Aku sudah tidak sendiri.
Ibu sudah mempunyai menantu dari anak ketigamu.
Aku sudah tidak berpacaran lagi, ibu.

Ibu sudah tidak perlu mencemaskanku, sudah tidak perlu membangunkanku untuk makan pagi.
Sekarang aku yang membangunkan pasanganku dan menyiapkan sarapannya.
Aku sudah menjadi sepertimu, ibu.
Menjadi seorang perempuan, seorang istri dari istriku.
Maukah kau merestuiku karena telah memberimu menantu perempuan seperti aku?

Ligx

Andai Ibu Tahu

Andai Ibu tahu.
Aku sudah tidak sendiri.
Ibu sudah mempunyai menantu dari anak ketigamu.
Aku sudah tidak berpacaran lagi, ibu.

Ibu sudah tidak perlu mencemaskanku, sudah tidak perlu membangunkanku untuk makan pagi.
Sekarang aku yang membangunkan pasanganku dan menyiapkan sarapannya.
Aku sudah menjadi sepertimu, ibu.
Menjadi seorang perempuan, seorang istri dari istriku.
Maukah kau merestuiku karena telah memberimu menantu perempuan seperti aku?

Ligx